Sejarah Pondok
Sejarah berdirinya Pondok Pesantren Yanabi'ul Ulum Wal Hikam (PPYU) adalah kisah tentang birrul walidain (bakti kepada orang tua), persaudaraan yang kokoh, dan visi visioner untuk menyelamatkan umat dari kebodohan. Pondok ini adalah buah dari pohon perjuangan yang ditanam oleh dua sosok bersaudara yang mulia: Al-Maghfurlah KH. Mas Yusuf Kholil dan Al-Maghfurlah KH. Mas Achsan Kholil.
Keduanya adalah putra asli Sidoresmo, pewaris darah dan ilmu dari para leluhur. Nasab beliau berdua dari jalur laki-laki tersambung pada Raden Ahmad Rahmatullah Sunan Ampel. Pada awalnya, kegiatan pendidikan berjalan secara tradisional dan kultural di ndalem Kyai Yusuf, sebagaimana lazimnya tradisi di Sidoresmo. Namun, kedua bersaudara ini menyadari bahwa tantangan zaman menuntut sebuah wadah yang lebih terorganisir. Semangat zaman (zeitgeist) pada dekade 70-an dan 80-an menuntut adanya formalisasi pendidikan pesantren agar ilmu salaf dapat terus relevan dan terjaga standarnya.
Momentum bersejarah itu terjadi pada tahun 1979, yang ditandai dengan pembangunan gedung permanen pertama: Asrama Putra Utara. Pembangunan ini bukan sekadar menumpuk bata dan semen, melainkan peletakan batu pertama sebuah perjuangan pendidikan. KH. Mas Yusuf Kholil dan KH. Mas Achsan Kholil berbagi peran dengan harmonis; memadukan karisma kepemimpinan, kedalaman ilmu fiqih, dan ketelatenan dalam membimbing umat. Sinergi dua bersaudara ini menjadi pondasi moral pondok: bahwa PPYU dibangun di atas dasar kebersamaan (ukhuwah), bukan ambisi personal.
Estafet pembangunan terus berlanjut. Generasi penerus, seperti KH. Mas Khotib Achsan (Putra KH. Mas Achsan Kholil), mengambil peran vital dalam memperluas infrastruktur spiritual pondok dengan mendirikan Musholla Ittihadul Muttaqin. Musholla ini kini menjadi jantung kegiatan santri, tempat di mana kening-kening bersujud di sepertiga malam dan tempat kitab-kitab kuning dibedah setiap harinya. Warisan KH. Mas Yusuf Kholil dan KH. Mas Achsan Kholil bukan hanya gedung-gedung fisik, melainkan "bangunan" karakter dan sistem nilai yang terus hidup dalam setiap nadi santri PPYU hingga hari ini.