☎ 081234516441 ✉ ppyu39a@gmail.com
📍 Sidoresmo Dalam II/39 A Kel. Jagir Kec. Wonokromo Surabaya
Logo Pondok Pesantren Yanabi'ul Ulum Pondok Pesantren Yanabi'ul Ulum PPYU Sidoresmo
← Kembali

Tahfidzul Qur’an

Salah satu kebijakan strategis dan istimewa dalam kurikulum PPYU adalah pemisahan total antara kelas Madin (Kitab) dengan kelas Al-Quran. Kami menyadari bahwa kemampuan membaca kitab dan membaca Al-Quran membutuhkan pendekatan pedagogis yang berbeda. Seorang santri mungkin cerdas dalam logika Nahwu, namun belum tentu fasih dalam melafalkan huruf 'Ain. Unit Pendidikan Al-Quran PPYU berjalan secara otonom dengan kurikulum Takhassus (spesialisasi), yang terbagi menjadi dua jalur utama:

1. Jalur Tajwid dan Tahsin Binadhar (Perbaikan & Kelancaran)

Program ini wajib bagi seluruh santri baru atau santri yang bacaannya belum memenuhi standar tajwid.

  • Tajwid: Fokus utamanya adalah Makharijul Huruf (tempat keluarnya huruf) dan Sifatul Huruf. Santri dibimbing secara klasikal baca simak dan privat (sorogan) untuk memperbaiki pelafalan yang seringkali terbawa logat daerah. Kitab panduan seperti Hidayatush Shibyan atau Tuhfatul Athfal digunakan sebagai landasan teori, namun praktiknya adalah talaqqi langsung.
  • Tahsin Binnadhar: Setelah makhraj benar, santri masuk tahap kelancaran membaca 30 Juz dengan melihat mushaf. Targetnya adalah membaca dengan tartil, memperhatikan waqaf-ibtida', dan irama yang wajar.

2. Jalur Tahfidzul Quran (Hafalan)

Bagi santri yang telah lulus tes Tahsin/Binnadhar dan memiliki keinginan kuat, PPYU membuka program Tahfidz.

  • Program Reguler: Menghafal Juz 30 (Juz Amma) dan surah-surah pilihan (Yasin, Al-Waqiah, Al-Mulk) sebagai bekal terjun di masyarakat.
  • Program Takhassus (Intensif): Program menghafal 30 Juz. Santri dalam program ini memiliki jadwal setoran (ziyadah) dan pengulangan (muraja'ah) yang ketat.
  • Metode: Menggunakan metode "Satu Guru Satu Sanad". Santri menyetorkan hafalan hanya kepada satu ustadz pemegang sanad untuk menjaga otentisitas bacaan. Hafalan yang disetorkan tidak hanya harus hafal kata-per-kata, tetapi juga mutqin (lancar dan kuat).

Pemisahan ini memastikan bahwa di PPYU, tidak ada istilah "korban kurikulum". Santri yang berbakat di kitab bisa melesat di Madin, sementara santri yang berbakat di Al-Quran bisa fokus mengejar hafalannya, tanpa saling menghambat.